<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-193608225372079823</id><updated>2011-07-07T19:31:07.497-07:00</updated><category term='musik'/><category term='Televisi Digital'/><category term='radio digital'/><category term='blog'/><category term='teknologi komunikasi'/><category term='tutorial'/><title type='text'>f4Rz CREA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://evofrz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>frz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01431592687807645524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvdfwFktHKI/AAAAAAAAABY/6YZsxRuqASI/S220/4412_1091293846190_1341828358_30534442_628734_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-193608225372079823.post-3191442376710359360</id><published>2009-11-08T15:48:00.001-08:00</published><updated>2009-11-08T16:04:19.520-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='radio digital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi komunikasi'/><title type='text'>Radio Digital (Digital Audio Broadcasting)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Radio digital adalah teknologi radio yang mengirimkan informasi menggunakan sinyal digital. Radio digital adalah generasi penerus dari radio analog. Radio ini memiliki banyak kelebihan seperti suara yang lebih jernih dibanding radio analog, mutu sinyal yang lebih bagus, dan berbagai fasilitas lain seperti dapat di-pause, di-rewind, atau disimpan sementara apabila ingin mendengarkannya nanti.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Sistem kerja radio digital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Sistim IBOC bekerja dengan menggabungkan sinyal audio analog dengan sinyal audio digital agar diperoleh kompatibilitas antara penyiaran radio analog dengan penyiaran radio digital, baik pada radio AM maupun FM. Sistim penyiaran radio digital IBOC yang juga disebut sebagai “HD-Radio” dikembangkan oleh iBiquity Radio dan secara resmi telah ditentukan sebagai sistem penyiaran radio digital di Amerika Serikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Penyiaran radio digital mengubah informasi analog menjadi angka-angka biner yang nilainya selalu berubah sesuai dengan besaran sinyal audio analog yang masuk. Sistem pemancar radio digital mengubah atau menyandikan (encode) sinyal suara analog yang masuk menjadi bilangan biner untuk dipancarkan. Proses ini disebut sebagai code atau decode(penginterpretasian sinyal analog menjadi sinyal digital dan penguraian kembali dari sinyal digital menjadi sinyal analog), yang selanjutnya disebut CODEC.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Setelah studio mengirim sinyal digital ke pemancar, pemancar radio digital memproses sinyal audio digital yang masuk untuk dipancarkan. Proses ini disebut modulation. Pesawat penerima radio digital menguraikan kembali (decode) sinyal digital yang diterima menjadi sinyal audio analog kembali (pada proses yang berlawanan dari digital ke analog). Proses ini disebut demodulation. Terdapat beberapa cara untuk merubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Cara-cara ini dapat diuraikan secara matematis yang disebut dengan Algorithm(Algoritma). Dalam menggunakan algoritma, para pakar dan teknisi dapat membuang komponen-komponen sumber sinyal audio digital yang tidak diperlukan dan hanya meninggalkan bagian-bagian yang penting saja untuk dipancarluaskan melalui antena dan selanjutnya direproduksi pada pesawat penerima radio atau pada alat pemutar rekaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;CODEC algoritma sangat membantu konsep ini dengan memisahkan dan tidak memancarkan suara-suara yang tidak diperlukan tanpa mengurangi kualitas suara audio yang telah disandikan (decode) menjadi informasi analog pada pesawat penerima. Proses pengurangan bit ini dikenal dengan istilah kompresi. Kompresi akan mengurangi sinyal yang masuk menjadi komponen-komponen penting sedemikian rupa yang berkibat pada berkurangnya lebar pita saluran transmisi. Kompresi sinyal audio ini menjadi sangat penting untuk mengurangi lebar pita transmisi siaran digital. Beberapa jenis kompresi algoritma sistem pengolahan sinyal audio secara digital yang kita kenal adalah AAC, PAC, MP-3 atau HDC. Ini semua merupakan nama dagang dari sistim kompresi informasi audio digital dan untuk menyatakan hak cipta intelektual dan sekaligus untuk membedakan masing-masing cara kodefikasi algoritma diantara beberapa sistim tadi. Dengan menggunakan HD-Radio secara digital sinyal yang telah dimodulasikan pada frekuensi yang sama dengan frekuensi analog yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Untuk memaksimalkan keunggulan pemrosesan sinyal digital, kabel fiber optic dipasang di seluruh bagian pusat siaran (broadcast centre). Dibanding kabel tembaga, fiber optic sangat tahan terhadap interferensi frekuensi radio dan dengung yang ditimbulkan oleh perangkat-perangkat listrik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Kelebihan radio digital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Radio digital memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan radio konvensional. Suara yang dihasilkannya tahan terhadap gangguan suara dari sinyal radio lain, sehingga tidak mungkin terdapat tumpang tindih antara saluran yang satu dengan saluran yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;kualitas suara yang dihasilkannya bagus dan jernih, seperti CD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Radio digital juga dilengkapi dengan layanan yang bersifat interaktif dan ubiquitous yang berarti kapan saja, dimana saja, dan dengan alat apa saja. Pendengar akan lebih mudah untuk mengikuti acara voting dan kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan stasiun radio. Termasuk aktivitas dalam sebuah diskusi maupun (talk show)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;frekuensi pada radio digital memiliki Single Frequency Network, sehingga pada satu kanal (saluran) dapat diisi oleh &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sampai enam program radio.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;spektrum sinyal pada radio digital juga lebih stabil dibanding pada radio konvensional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;radio digital juga memiliki efisiensi daya pancar dan efisiensi infrastruktur, sehingga dapat meminimalisir biaya produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penelitian di Jepang menyatakan bahwa sistem digital broadcast ini dapat dimaksimalkan sebagai alat penyebar informasi potensi bencana, atau Emergency Warning System (EWS). Dengan sistem ini, semua perangkat digital seperti radio digital, televisi digital, PDA, komputer yang terkoneksi secara online, penerima pesan di telepon digital, portabel DVD player digital, bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi mengenai bencana tersebut kepada masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Frekuensi radio digital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Saat ini rentang frekuensi antar stasiun radio FM yang disepakati adalah 350 KHz. Sedangkan siaran radio digital hanya memerlukan kurang lebih 60 KHz. Sehingga ruang kosong yang dapat diisi oleh penyelenggara stasiun radio FM akan semakin lebar. Satu frekuensi dapat diisi oleh lima-enam program radio.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="line-height:150%;font-size:14.0pt;"&gt;Radio digital di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Uji coba radio digital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Pada periode Maret-Mei 2006, industri penyiaran radio digital telah melakukan uji coba dengan menggunakan In-bound on Channel (IBOC) system. Uji coba ini dilaksanakan oleh anggota Forum Radio Jaringan Indonesia (FRJI), dengan menggunakan siaran Delta 99,1 FM. Uji coba AM IBOC juga dilaksanakan oleh Radio Sangkakala Surabaya, frekuensi 1062 AM. Uji coba akan dilakukan untuk menggunakan system radio Digital DAB (Digital Audio Broadcasting). Uji-coba DAB ini akan dilaksanakan mulai bulan Agustus 2006 di radio Prambors, Ramako,Sonora dan I-Radio dengan menggunakan kanal 10D VHF Band III. Pemilihan frekuensi untuk uji coba siaran ini dipilih secara acak dan merupakan hasil kesepakatan tim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Sosialisasi radio digital di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Transisi radio analog menjadi radio digital mengharuskan penggunanya untuk mengganti perangkat radio yang ia miliki dari analog menjadi digital. Perangkat penerima diganti untuk disesuaikan dengan stasiun pemancarnya. Hal ini menyulitkan pemerintah dan pihak swasta untuk mensosialisasikan penggunaan radio digital di Indonesia, karena pada umumnya masyarakat enggan apabila harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli perangkat radio baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;(&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radio_digital"&gt;Sumber : &lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal; "&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radio_digital"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Radio_digital&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/193608225372079823-3191442376710359360?l=evofrz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://evofrz.blogspot.com/feeds/3191442376710359360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/11/radio-digital-digital-audio.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/3191442376710359360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/3191442376710359360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/11/radio-digital-digital-audio.html' title='Radio Digital (Digital Audio Broadcasting)'/><author><name>frz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01431592687807645524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvdfwFktHKI/AAAAAAAAABY/6YZsxRuqASI/S220/4412_1091293846190_1341828358_30534442_628734_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-193608225372079823.post-7513865700820575145</id><published>2009-11-08T15:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T15:29:17.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi Digital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi komunikasi'/><title type='text'>Televisi Digital</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bitdata seperti komputer.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Pendorong pengembangan televisi digital antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l1 level3 lfo1"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;§&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Perubahan lingkungan eksternal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l1 level3 lfo1;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;§&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pasar televisi analog yang sudah jenuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l1 level3 lfo1;tab-stops:45.0pt list 54.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;§&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l3 level3 lfo2"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;§&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Perkembangan teknologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l3 level3 lfo2;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;§&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teknologi pemrosesan sinyal digital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l3 level3 lfo2;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;§&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teknologi transmisi digital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l3 level3 lfo2;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;§&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teknologi semikonduktor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l3 level3 lfo2;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;§&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Frekuensi TV digital&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;TV digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan kamera video.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Sistem pemancar TV digital&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Terdapat tiga standar sistem pemancar televisi digital di dunia, yaitu televisi digital (DTV) di Amerika, penyiaran video digital terestrial (DVB-T) di Eropa, dan layanan penyiaran digital terestrial terintegrasi (ISDB-T) di Jepang. Semua standar sistem pemancar sistem digital berbasiskan sistem pengkodean OFDM dengan kode suara MPEG-2 untuk ISDB-T dan DTV sertaMPEG-1 untuk DVB-T.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-T sangat fleksibel dan memiliki kelebihan terutama pada penerima dengan sistem seluler. ISDB-T terdiri dari ISDB-S untuk transmisi melalui kabel dan ISDB-S untuk tranmisi melalui satelit. ISDB-T dapat diaplikasikan pada sistem dengan lebar pita 6,7MHz dan 8MHz. Fleksibilitas ISDB-T bisa dilihat dari mode yang dipakainya, dimana mode pertama digunakan untuk aplikasi seluler televisi berdefinisi standar (SDTV), mode kedua sebagai aplikasi penerima seluler dan SDTV atau televisi berdefinisi tinggi (HDTV) beraplikasi tetap, serta mode ketiga yang khusus untuk HDTV atau SDTV bersistem penerima tetap. Semua data modulasi sistem pemancar ISDB-T dapat diatur untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM. Perubahan mode ini bisa diatur melalui apa yang disebut kontrol konfigurasi transmisi dan multipleks (TMCC).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Frekuensi sistem penyiaran televisi digital dapat diterima menggunakan antena yang disebut televisi terestrial digital (DTT), kabel (TV kabel digital), dan piringan satelit. Alat serupa telepon seluler digunakan terutama untuk menerima frekuensi televisi digital berformat DMB dan DVB-H. Siaran televisi digital juga dapat diterima menggunakan internet berkecepatan tinggi yang dikenal sebagai televisi protokol internet (IPTV).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Transisi TV analog ke TV digital&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter(Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Perpindahan dari sinyal analog ke sinyal digital sudah dilakukan di sejumlah negara maju beberapa tahun yang lalu. Di Jerman, proyek penggunaan sinyal digital dimulai sejak tahun 2003di &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Berlin&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; dan tahun 2005 di Muenchen. Sementara Perancis dan Inggris telah menghentikan secara total siaran televisi analog mereka. Di Amerika Serikat, melalui Undang-Undang Pengurangan Defisit tahun 2005 yang telah disetujui oleh Kongres, setiap stasiun televisi lokal yang berdaya penuh diminta untuk mematikan saluran analog mereka pada tanggal 17 Februari 2009 dan meneruskan siaran dalam bentuk digital secara eksklusif. Sementara Jepang akan memulai siaran televisi digital secara massal pada tahun 2011.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Perkembangan TV digital di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Industri televisi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah dimulai sejak tahun 1962 dimulai dengan pengiriman teleks dari Presiden Soekarno yang berada di Wina kepada Menteri Penerangan Maladi pada 23 Oktober 1961. Presiden Soekarno memerintah Maladi untuk segera mempersiapkan proyek televisi. TVRI adalah stasiun televisi pertama yang berdiri di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;TVRI melakukan siaran percobaan pada 17 Agustus 1962 dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. TVRI mengudara untuk pertama kali tanggal 24 Agustus 1962 dalam acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sejak saat itu dirintis pembangunan stasiun televisi daerah pada akhir tahun 1964. Kemudian dibentuk stasiun-stasiun produksi keliling (SPK) tahun 1977 sebagai bagian produksi dan merekam paket acara untuk dikirim dan disiarkan melalui stasiun pusat TVRI Jakarta di beberapa ibu kota provinsi. Konsep SPK diadopsi oleh beberapa stasiun televisi swasta berjaringan tahun 1990-an. Televisi swasta menggunakan kanal frekuensi ultra tinggi (UHF) dengan lebar pita untuk satu program siaran sebesar 8 MHz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Migrasi dari sistem penyiaran analog ke digital menjadi tuntutan teknologi secara internasional. Aplikasi teknologi digital pada sistem penyiaran televisi mulai dikembangkan di pertengahan tahun 1990-an. Uji coba penyiaran televisi digital dilakukan pada tahun 2000 dengan pengoperasian sistem digital dilakukan bersamaan dengan siaran analog sebagai masa transisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Tahun 2006, beberapa pelaku bisnis pertelevisian &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; melakukan uji coba siaran televisi digital. PT Super Save Elektronik melakukan uji coba siaran digital bulan April-Mei 2006 di saluran 27 UHF dengan format DMB-T (Cina) sementara TVRI/RCTI melakukan uji coba siaran digital bulan Juli-Oktober 2006 di saluran 34 UHF dengan format DVB-T. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:07/P/M.KOMINFO/3/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia menetapkan DVB-T ditetapkan sebagai standar penyiaran televisi digital teresterial tidak bergerak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Stasiun-stasiun televisi swasta memanfaatkan teknologi digital pada sistem penyiaran terutama pada sistem perangkat studio untuk memproduksi, mengedit, merekam, dan menyimpan program. Sementara itu penyelenggara televisi digital memanfaatkan spektrum dalam jumlah besar, dimana menggunakan lebih dari satu kanal transmisi. Penyelenggara berperan sebagai operator jaringan dengan mentransmisikan program stasiun televisi lain secara terestrial menjadi satu paket layanan. Pengiriman sinyal gambar, suara, dan data oleh penyelenggara televisi digital memakai sistem transmisi digital dengan satelit atau yang biasa disebut sebagai siaran TV berlangganan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;TVRI telah melakukan peluncuran siaran televisi digital pertama kali di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pada 13 Agustus 2008. Pelaksanaan dalam skala yang lebih luas dan melibatkan televisi swasta dapat dilakukan di bulan Maret 2009 dan dipancarkan dari salah satu menara pemancar televisi di Joglo, Jakarta Barat. Sistem penyiaran digital di Indonesia mengadopsi sistem penyiaran video digital standar internasional (DVB) yang dikompresi memakai MPEG-2 dan dipancarkan secara terestrial (DVB-T) pada kanal UHF (di Jakarta di kanal 40, 42, 44 dan 46 UHF) serta berkonsep gratis untuk mengudara. Penerimaan sinyal digital mengharuskan pengguna di rumah untuk menambah kotak konverter hingga pada nantinya berlangsung produksi massal TV digital yang bisa menangkap siaran DVB-T tanpa perlu tambahan kotak konverter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Selain siaran DVB-T untuk pengguna rumah, dilakukan uji coba siaran video digital berperangkat genggam (DVB-H). Siaran DVB-H menggunakan kanal 24 dan 26 UHF dan dapat diterima oleh perangkat genggam berupa telepon seluler khusus. Keutamaan DVB-H adalah sifat siaran yang kompatibel dengan layar telepon seluler, berteknologi khusus untuk menghemat baterai, dan tahan terhadap gangguan selama perangkat sedang bergerak. Jaringan DVB-H di Indonesia dipercayakan kepada jaringan Nokia-Siemens.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Departemen Komunikasi dan Informasi merencakan untuk mengeluarkan lisensi penyiaran digital pada akhir tahun 2009 bersamaan dengan penghentian pemberian izin untuk siaran televisi analog secara bertahap. Pemerintah telah menetapkan peserta yang mendapat izin frekuensi sementara untuk menyelenggarakan uji coba DVB-T dan DVB-H di Jakarta yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo3"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol; mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk DVB-T&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo3;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lembaga Penyiaran Publik TVRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo3;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Konsorsium TV Digital &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (KTDI) : SCTV, ANTV, TransTV, Trans7, TVOne, Metro&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo3"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol; mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk DVB-H&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo3;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Telkom Tbk (Telkomsel dan TelkomVision)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:45.0pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%; mso-list:l0 level1 lfo3;tab-stops:45.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mobile-8 Telecom Tbk (didukung oleh TV grup MNC : RCTI, Global, TPI)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Perangkat penerima yang akan mendukung uji coba siaran digital di Indonesia adalah Polytron dengan produk TV digital dan kotak konverter. Polytron akan mengeluarkan TV digital berukuran 21 inchi dan 29 inchi dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Karakteristik sistem penyiaran TV digital terestrial&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Sistem penyiaran televisi digital yang ada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dibagi berdasarkan kualitas penyiaran, manfaat, dan keunggulan TV Digital tersebut. TV Digital dalam perkembangannya memiliki karakteristik yang berbeda di tiap area penyiaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Kualitas penyiaran TV digital&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi. Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk pengiriman informasi berkualitas tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Manfaat penyiaran TV digital&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l2 level1 lfo4"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;ü&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l2 level1 lfo4"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;ü&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l2 level1 lfo4"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;ü&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:27.0pt;text-align:justify;text-indent:-27.0pt;line-height:150%; mso-list:l2 level1 lfo4"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;ü&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Keunggulan frekuensi TV digital&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui kode koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu siaran televisi digital dapat menggunakan daya yang rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Transmisi pada TV Digital menggunakan lebar pita yang lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV Digital menggunakan OFDM yang bersifat kuat dalam lalu lintas yang padat. Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital memiliki konsekuensi berupa tersedianya saluran siaran televisi yang lebih banyak. Siaran berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya keterbatasan frekuensi menghasilkan saluran-saluran televisi baru. Penyelenggara televisi digital berperan sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital sementara program siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan kanal ataupun teknologi jasa pelayanannya. Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi berupa pemakaian satu kanal frekuensi untuk 4 hingga 6 program.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi analog dan sistem penerimaan televisi bergerak. TV Digital memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat menggunakannya seperti internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui modul Sistem Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan modem,jaringan telepon atau jalur kembali televisi kabel, maupun satelit untuk mengirimkan sinyal balik kepada pengguna seperti pada aplikasi penghitungan suara melalui televisi. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan, antara lain melalui jaringan telepon tetap (PSTN) dan jaringan berlayanan digital terintegrasi (ISDN). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif untuk interaksi melalui jaringan CATV, HFC, sistem terestrial, SMATV, LDMS, VSAT, DECT, dan GSM.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;(&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital"&gt;Sumber : &lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal; "&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/193608225372079823-7513865700820575145?l=evofrz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://evofrz.blogspot.com/feeds/7513865700820575145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/11/televisi-digital.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/7513865700820575145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/7513865700820575145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/11/televisi-digital.html' title='Televisi Digital'/><author><name>frz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01431592687807645524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvdfwFktHKI/AAAAAAAAABY/6YZsxRuqASI/S220/4412_1091293846190_1341828358_30534442_628734_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-193608225372079823.post-2856477491123982992</id><published>2009-11-08T02:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T02:08:32.809-08:00</updated><title type='text'>CARA NAMBAHIN MUSIK KE BLOG II</title><content type='html'>kalo kalian masih bingung ni aku kasih alternativ tutorial lainnya...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pendalungan.co.cc/2009/08/13/menambahkan-musik-pada-websiteblogfs/"&gt;di sini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://sexycahsolo2.blogspot.com/2008/02/buat-musik-di-blogspot.html"&gt;disini&lt;/a&gt;..&lt;br /&gt;Selamat Menikmati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/193608225372079823-2856477491123982992?l=evofrz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://evofrz.blogspot.com/feeds/2856477491123982992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/11/cara-nambahin-musik-ke-blog-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/2856477491123982992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/2856477491123982992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/11/cara-nambahin-musik-ke-blog-ii.html' title='CARA NAMBAHIN MUSIK KE BLOG II'/><author><name>frz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01431592687807645524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvdfwFktHKI/AAAAAAAAABY/6YZsxRuqASI/S220/4412_1091293846190_1341828358_30534442_628734_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-193608225372079823.post-562525412938029273</id><published>2009-11-08T01:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T02:03:25.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tutorial'/><title type='text'>CARA NAMBAHIN MUSIK KE BLOG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Buat teman-teminku semua nih…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang lagi pada bingung gimana ngasih musik ke blog…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku kasih tutorialnya…tapi sederhana aja ya…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertama,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita cari web yang nyediain musik code, aku contohin di ini aja…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Disitu ada kotak dialog buat milih musik. Pilih aja sesuka kalian..&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvaVL5XBnSI/AAAAAAAAABA/9LsJrd8QJxs/s1600-h/111111111111.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvaVL5XBnSI/AAAAAAAAABA/9LsJrd8QJxs/s320/111111111111.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401668834685984034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Trus biz milih muncul kayak gini. Kopi aja tuh yang aku lingkarin…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvaVukfXR3I/AAAAAAAAABI/TbkqnpfkMJs/s1600-h/0000000000000000.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvaVukfXR3I/AAAAAAAAABI/TbkqnpfkMJs/s320/0000000000000000.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401669430379235186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1029" style="'position:absolute;" coordorigin="1020,9366" coordsize="3591,2709"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:1020;"&gt;   &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\user\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.png" title="" croptop="21619f" cropbottom="19362f" cropleft="30216f" cropright="10882f"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:oval id="_x0000_s1031" style="'position:absolute;left:1191;top:10626;" filled="f" strokecolor="red" strokeweight="2.5pt"&gt; &lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Biz itu Log in dulu ke blog kalian masing-masing..aku contohin disini blogspot aja yaaa…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pilih menu &lt;b style=""&gt;tata letak&lt;/b&gt; alias &lt;b style=""&gt;layout&lt;/b&gt;… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tyus Pilih tuh kotak yang ada tulisannya &lt;b style=""&gt;“tambah gadget”&lt;/b&gt;.biz itu akan muncul pilihannya, pilih yang &lt;b style=""&gt;HTML/Java script&lt;/b&gt;. teken &lt;b style=""&gt;plus&lt;/b&gt; nya tuh…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nah muncul kaya gini…paste aja code yang udah dikopi tadi ke kotak konten, untuk judul terserah kalian deh..&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvaWaFtXRUI/AAAAAAAAABQ/-gkzzBWOe6o/s1600-h/222222222222.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 294px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvaWaFtXRUI/AAAAAAAAABQ/-gkzzBWOe6o/s320/222222222222.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401670178030699842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Biz itu klik &lt;b style=""&gt;simpan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Trus terakhir buka aja deh tu blog kalian masing-masing…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Daaaaannn…taarrrraaaa… Selamat blog kamu dah ada Rungon-rungonnya… :-D&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gud lak…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/193608225372079823-562525412938029273?l=evofrz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://evofrz.blogspot.com/feeds/562525412938029273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/11/cara-nambahin-musik-ke-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/562525412938029273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/562525412938029273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/11/cara-nambahin-musik-ke-blog.html' title='CARA NAMBAHIN MUSIK KE BLOG'/><author><name>frz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01431592687807645524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvdfwFktHKI/AAAAAAAAABY/6YZsxRuqASI/S220/4412_1091293846190_1341828358_30534442_628734_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvaVL5XBnSI/AAAAAAAAABA/9LsJrd8QJxs/s72-c/111111111111.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-193608225372079823.post-8118007327555859451</id><published>2009-04-23T09:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-25T06:49:34.612-07:00</updated><title type='text'>.: PROLOG :.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Assalamualaikum....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hehmmm...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beberapa hari kemaren, saya sering banget memikirkan, blogku-tercinta-yang-baru-saja-kubuat ini enaknya di isi apa yaaa...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Trus terbelesitlah (haiah) suatu pemikiran dalam diri saya, ‘kenapa gak dimulai dari mengapa aku membuat blog ya???’....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Okay..okay...saya mulai..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ehem...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;dimulai dari mencoba-coba, karena melihat perkembangan dunia maya sekarang ini yang makin lama makin maju, sedangkan saya hanya disitu-situ aja. Paling kalo ke warnet cuma browsing, chatting, searching, maling, aduh keceplosan deh..:-D&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;sampai-sampai, dulu saat dunia maya sedang gencar-gencarnya yang namanya FRIENDSTER, saya pun hanya apatis menanggapinya. Bisa dibilang menurut survei yang saya lakukan, satu kelas SMA saya dulu yang tidak punya FS, hanya saya. Ckckckckck... bahkan sampai sekarang saat FRIENDSTER mulai ditinggalkan oleh usernya pun saya belum punya... ironis memang...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;saya sampai sekarang masih bingung dan tidak habis pikir, apa penyebabnya??.. *garuk pala*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lalu akhirnya setelah di Perguruan Tinggi ini saya mulai berpikir, saya harus mulai mencoba membuat perubahan, mengikuti perkembangan jaman. Langkah pertama yang saya ambil adalah membuat Blog. Setelah saya survei ternyata ada juga teman2 saya yang nge-blog, saya jadi terinspirasi oleh mereka. Arigato Gozaimasu,,,,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MENGAPA “evofrz” ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;Nama itu saya dapat juga secara kebetulan saja. &lt;b style=""&gt;evofrz&lt;/b&gt; mempunyai kepanjangan &lt;i style=""&gt;Evolution of Frz&lt;/i&gt;. Evolusi adalah perubahan secara bertahap dalam jangka waktu yang lama. Memang saya perlu perubahan, dimana perubahan itu seperti kata AA GYM, dimulai dari yang kecil, dimulai dari sekarang dan dimulai dari diri sendiri. Selain itu saya juga suka dengan seri Mitsubishi Lancer Evolution.. hehe.. Sedangkan Frz itu adalah inisial saya yang sudah saya patenkan dan populerkan sejak SMA.. jadi arti keseluruhan dari evofrz adalah Farid yang Berevolusi. yah, saya berharap itu bukanlah hanya sebuah nama, tetapi bisa menjadi kenyataan. Amiiiiin..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/193608225372079823-8118007327555859451?l=evofrz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://evofrz.blogspot.com/feeds/8118007327555859451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/04/prolog.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/8118007327555859451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/8118007327555859451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/04/prolog.html' title='.: PROLOG :.'/><author><name>frz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01431592687807645524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvdfwFktHKI/AAAAAAAAABY/6YZsxRuqASI/S220/4412_1091293846190_1341828358_30534442_628734_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-193608225372079823.post-6528012648049020199</id><published>2009-04-21T06:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T07:03:24.966-07:00</updated><title type='text'>WELCOME</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;haha...akhirnya kesampaian juga bikin blog...&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br style="font-family: georgia;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;setelah sekian lama keinginan itu terhambat di ubun-ubun (lho hubungannya apa)...&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br style="font-family: georgia;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;well..semoga aku bisa merawat blog ini dengan baik...&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br style="font-family: georgia;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;maseh bingung nih mau posting apa...&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br style="font-family: georgia;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tunggu ajah...okay....&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/193608225372079823-6528012648049020199?l=evofrz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://evofrz.blogspot.com/feeds/6528012648049020199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/04/welcome.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/6528012648049020199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/193608225372079823/posts/default/6528012648049020199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://evofrz.blogspot.com/2009/04/welcome.html' title='WELCOME'/><author><name>frz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01431592687807645524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_r-QVYstlmCk/SvdfwFktHKI/AAAAAAAAABY/6YZsxRuqASI/S220/4412_1091293846190_1341828358_30534442_628734_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
